"Inflasi Juni 2010 dipengaruhi paling adanya ekspektasi yang berubah (akibat rencana kenaikan TDL) tetapi sedikit diatas rata-ratalah," ujar Pjs Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/06/2010).
Menurut Darmin, jika dibandingkan dengan bulan Juni tahun-tahun sebelumnya inflasi kali ini akan lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan akhir tahun 2010, Darmin menuturkan tingkat inflasi akan berada di kisaran 5,2% dengan adanya kenaikan TDL.
"Walaupun memang ada yang memperkirakan sampai 6% dengan alasan volatile food (gejolak harga pangan). Kemungkinan iya, tapi itu agak spekulatif saja," paparnya.
Namun BI berharap tidak ada gejolak harga pangan sehingga tingkat inflasi di posisi 5,2% masih akan sejalan dengan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate).
Darmin juga tidak menampik krisis utang Eropa baru-baru ini telah ikut mempengaruhi inflasi meski tidak terlalu besar.
"Kalau tidak ada kejadian di Eropa memang mungkin harga-harga relatif bergerak lebih cepat. Tetapi dengan kejadian itu bagaimanapun juga recovery yang tadinya diharapkan akan semakin cepat maka akan terganggu," tuturnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat inflasi bulan Mei 2010 mencapai 0,29%. Dengan begitu besaran inflasi kumulatif Januari-Mei 2010 adalah sebesar 1,44%, sementara inflasi year on year pada Mei 2010 adalah 4,16%.
(dru/qom)











































