Hasil Survei Tabung Elpiji Bikin Masyarakat Tambah Resah

Hasil Survei Tabung Elpiji Bikin Masyarakat Tambah Resah

- detikFinance
Senin, 28 Jun 2010 11:23 WIB
Jakarta - Masalah maraknya kasus ledakan tabung elpiji 3 kg belum mampu diselesaikan oleh pemerintah. Hal ini mengundang banyak kontroversi, misalnya soal hasil survei terhadap kelayakan tabung elpiji yang dilakukan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Berdasarkan data hasil penelitian BSN tahun 2008 di 5 provinsi, diperoleh kesimpulan banyak yang tidak memenuhi syarat mutu SNI. Untuk selang 100% tidak memenuhi ketentuan SNI, katup tabung 66%, kompor gas 50%, regulator 20%, dan tabung 7%. Sampel ini diambil sebanyak 9 buah di setiap provinsi.

"Harusnya hasil survei BSN tersebut hanya dijadikan referensi bagi pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan guna mengantisipasi masalah yang ada dan bukannya dengan mempublish hasil survei yang bisa memicu keresahan publik," kata Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria dalam siaran persnya, Senin (28/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyano mengatakan, BSN seharusnya berhati-hati dalam mempublikasikan hasil survey terhadap kelayakan perangkat elpiji yang ada di masyarakat. Survei yang konon mengambil sampel terbatas di berbagai daerah sangat pantas dipertanyakan keakuratannya, mengingat paket perangkat elpiji yang beredar di masyarakat lebih dari 45 juta paket.

"Kasus kebocoran yang terjadi sekitar 60 kasus dengan jumlah perangkat yang ada di masyarakat sekitar 45 juta paket maka seharusnya Pemerintah mampu memberikan pemahaman kepada publik atas kasus ini sehingga masyarakat dapat memahami dengan jelas hal yang terjadi," katanya.

Menurutnya, jika pemerintah sudah sangat yakin bahwa kasus kebocoran gas yang berujung pada ledakan, terjadi karena faktor ketidaklayakan perangkat (tabung dan asesories) maka pemerintah harusnya memberikan penjelasan dan imbauan kepada masyarakat untuk segera mengganti perangkat yang dicurigai mampu menjadi penyebab kebocoran gas. (hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads