"Kecederungan inflasi Juni lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Masalah musiman sepertiย beras naik biasanya Juni, cabe merah yang melonjak," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan Rusman saat dihubungi detikFinance, Seninย (28/6/2010).
Rusman menjelaskan, sumbangan cabai terhadap inflasi sebenarnya bukan masalah baru. Penyebabnya, selain suplai cabai yang fluktuatif, faktor kebiasan masyarakat Indonesia yang lebih senang pada produk cabe segar daripada cabai botolan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang orang Indonesia suka pedes," katanya.
Sehingga kata dia, inflasi pada bulan Juni ini akan lebih tinggi dari bulan sebelumnya, meski ia memperkirakan masih dalam rentang normal dibawah 1%.
Menteri Pertanian Suswono sebelumnya mengatakan harga cabai merah melambung tinggi mencapai Rp 40 ribu per kg di penghujung Juni 2010 ini. Kenaikan harga ini disebabkan oleh kurangnya suplai cabai merah dari petani.
"Tentu saja kalau bicara hukum ekonomi kan karena suplai kurang ya. Karena suplai kurang, otomatis harga naik. Cuma memang harga di petani ini kan fluktuatifnya sangat tinggi. Sekarang bisa Rp 40 ribu, danย tiba-tiba turun jadi Rp 5 ribu, ntar turun lagi Rp 1.000," jelasnya.
Suswono mengatakan, kenaikan ini karena cuaca yang mengalami perubahan. Sehingga menyebabkan produksi cabai merah menurun. Selain cabai merah, Suswono juga mengatakan ada kenaikan harga kol menjadi Rp 5.000, naik dari sebelumnya Rp 2.000.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat inflasi bulan Mei 2010 mencapai 0,29%. Dengan begitu besaran inflasi kumulatif Januari-Mei 2010 adalah sebesar 1,44%, sementara inflasi year on year pada Mei 2010 adalah 4,16%.
(hen/qom)











































