Mendag Dituding Tak Becus Atur Kebijakan Gula

Mendag Dituding Tak Becus Atur Kebijakan Gula

- detikFinance
Selasa, 29 Jun 2010 14:40 WIB
Jakarta - Berkali-kali isu wacana gula rafinasi (gula industri) merembes ke pasar umum terulang setiap tahun. Masalah ini membuat gregetan para pedagang gula lokal karena turunnya harga gula kristal putih (GKP) belakangan ini.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Mansyur mengatakan, setidaknya sudah enam tahun berturut-turut masalah gula belum terselesaikan. Terutama soal dikotomi gula GKP dengan gula rafinasi (GKR) yang cenderung mendistorsi pasar gula.

"Mendag itu tidak tegas dan tidak mampu membebenahi manajemen perdagangan dan distribusi gula nasional buktinya sudah 6 tahun gula bermasalah melulu," kata Natsir saat dihubungi, Selasa (29/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga ia mendesak kepada Mendag agar segera membenahi perdagangan dan distribusi gula kristal putìh dengan gula kristal rafinasi yang sudah 6 tahun tidak bisa diperbaiki, dan segera menindak produsen gula rafinasi produksinya merembes masuk pasar umum.

"Mengaudit kapasitas produksi, mengurangi alokasi import raw sugar, pemerintah harus tegas, mendukung keputusan DPR menindak tegas produsen gula rafinasi yang nakal," serunya.

Saat ini harga gula dalam negeri berangsur-angsur mengalami penurunan, pada tanggal 28 Juni 2010 harga gula rata-rata nasional mencapai Rp 9.840 per kg. Sementara harga rata-rata pada bulan Mei masih menembus angka Rp 10.234 per kg dan harga rata-rata bulan Juni sudah turun Rp 9.963 per kg.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads