Boediono Minta 'Bubble' Ekonomi Harus Diwaspadai

Boediono Minta 'Bubble' Ekonomi Harus Diwaspadai

- detikFinance
Rabu, 30 Jun 2010 12:01 WIB
Jakarta - Krisis finansial yang melanda dunia tahun lalu memberikan pelajaran bagi Indonesia untuk tidak mengejar pertumbuhan jangka pendek yang pada akhirnya menimbulkan gelembung (bubble) perekonomian.

Wakil Presiden Boediono mengatakan, pecahnya gelembung ekonomi dunia pada krisis global lalu menjadi masa yang paling menyakitkan bagi para pelaku ekonomi.

"Kita akhir-akhir ini mendapatkan pelajaran. Kalau kita terlalu mengejar sesuatu pertumbuhan jangka pendek, tapi lupakan jangka menengah maka panjang, maka akan timbul gelembung, bubble. Ini pelajaran yang kita ambil dari masa krisis," ujar Boediono dalam sambutan di pembukaan "World Ceramics Tiles Forum" di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (30/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh sebab itu hindari gelembung yang disebabkan oleh peningkatan yang di luar perhitungan rasional harga-harga," imbuhnya.

Karena itu dalam mengambil kebijakan ekonomi makro, pemerintah akan mengarahkan pada upaya menghindari terjadinya gelembung ekonomi.

"Ini tekad pemerintah, khusus di bidang properti yang diperlukan adalah suatu perencanaan tata ruang yang baik," jelasnya.

Boediono menuturkan, pada masa 2 tahun terakhir, pembentukan gelembung perekonomian sudah terlihat dari peningkatan penjualan berbagai sektor industri dan peningkatan keuntungan yang cukup besar.

"Ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan sehat di waktu mendatang. Seperti yang telah kita ketahui proyeksi pertumbuhan ekonomi kita adalah suatu akselerasi dari sekitar 6 persen tahun ini menjadi 7-8 persen per tahun mulai 2014. Dan ini akan berlanjut terus," jelasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads