Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Kamis (1/7/2010).
"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada Januari-Mei 2010 mencapai US$ 60,1 miliar atau naik 47,68% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara ekspor non migas capai US$ 8,93 miliar pada periode Januari-Mei 2010 atau naik 39,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor non migas terbesar Indonesia adalah ke Jepang senilai US$ 1,41 miliar, lalu AS US$ 1,05 miliar, China US$ 1,01 miliar, dan Uni Eropa US$ 1,33 miliar.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Mei 2010 mencapai US$ 10,06 miliar turun 10,5% dibanding April 2010 yang mencpai US$ 11,24 miliar. Namun nilai ekspor Indonesia naik 31,6% dibanding Mei 2009.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Mei 2010 mencapai US$ 51,25 miliar, naik 53,26% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Impor terbesar terjadi pada mesin dan peralatan elektronik sebesar US$ 1,42 miliar. Untuk negara pengimpor terbesar sepanjang Januari-Mei 2010 masih dipegang China dengan nilai US$ 7,13 miliar, lalu Jepang US$ 6,11 miliar, dan Singapura US$ 4,02 miliar.
"Sepanjang Mei, surplus perdagangan Indonesia masih terjadi sebesar US$ 2,47 miliar. Lalu secara kumulatif Januari-Mei nilai surplus perdagangan kita US$ 8,84 miliar," tukas Rusman.
(dnl/qom)











































