"Jadi ini (peningkatan pajak) adalah salah satu prioritas yang sedang saya utamakan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (5/7/2010).
Agus Marto menyatakan, cara andalan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak adalah melalui ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto menuturkan, penerimaan pajak merupakan hal yang penting dan menjadi salah satu yang ditekankan oleh Presiden.
"Penerimaan Pajak Indonesia itu hingga Juni 45,2%, dan itu angka yang baik karena itu adalah 2% di atas dari yang dicapai tahun lalu, jadi menunjukan kita ada dalam kondisi yang cukup aman untuk mencapai 100% pada akhir tahun," ujarnya.
Namun, Agus Marto belum bisa memaparkan upaya apa yang akan diambil pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak.
"Belum, tapi saya sedang merapikan aturan pajak, merapikan sistem pengendalian kualitas kerja dari Ditjen Pajak, dan juga meningkatkan sumber daya manusia dari aparat pajak," tegasnya.
Agus menerangkan, dirinya juga akan melakukan evaluasi mengenai pembenahan atau pemberlakukan restitusi pajak. Dia mengakui terdapat kelemahan dalam restitusi pajak yang dapat dimanfaatkan dalam 'permainan' untuk mengambil uang negara.
"Ya itu salah satu yang kita soroti karena ada cukup kelemahan karena begitu banyak pemalsuan restitusi pajak. Kita tidak ingin supaya itu berlangsung terus dan kita melakukan kegiatan untuk memperbaiki sistem," jelasnya.
(nia/dnl)










































