"Target ini naik dibanding realisasi tahun lalu karena pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 6-7%," ujar Direktur Keuangan PLN, Setio Anggoro Dewo dalam kunjungan kerja di sela kunjungan kerja jajaran Direksi PLN di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (6/7/2010).
Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Listrik (RUPTL) PLN tahun 2010-2019, PLN memproyeksikan konsumsi listrik di tanah air mencapai 147,1 TWh dengan beban puncak sekitar 26.371 MW. Dengan rasio elektrifikasi sebesar 66,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewo menjelaskan, PLN membutuhkan dana Rp 70 triliun untuk investasi dalam proyek pembangkit, transmisi dan distribusi. Dari kebutuhan dana tersebut, PLN masih mencari pinjaman sebesar Rp 12 triliun untuk membangun transmisi dari perbankan nasional dan asing.
"Sekarang kita sedang siapkan dokumen data untuk ditawarkan ke mereka," katanya.
(epi/dnl)











































