Negara D8 Bidik Perdagangan US$ 2,8 Triliun

Negara D8 Bidik Perdagangan US$ 2,8 Triliun

- detikFinance
Senin, 12 Jul 2010 15:35 WIB
Jakarta - Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam forum D8 menargetkan volume perdagangan di antara anggotanya tumbuh 15-20% dari nilai perdagangan dunia yang sebesar US$ 14 triliun atau senilai dengan US$ 2,8 triliun dalam 10 tahun ke depan.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, dalam pertemuan forum negara-negara D8 terdapat keputusan untuk menargetkan pertumbuhan volume perdagangan naik 15-20% dari volume perdagangan dunia.

"Di dalam butir-butir pertemuan KTT ada, pertama semangat tinggi untuk meningkatkan volume perdgangan antar negara D8 itu dalam satu dekade ke depan, volume perdagangan 15-20% dari volume perdagangan dunia. Jadi dikatakan dalam pertemuan itu tidak ada satu alasan, dalam 10 tahun ke depan itu di antara negara-negara D8, tidak bisa meningkatkan volume perdagangan menjadi 15-20% dari volume perdagangan dunia," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum ini terdiri dari 8 negara berkembang yang memiliki total penduduk sekitar 1 miliar penduduk. Kedelapan negara tersebut adalah Indonesia, Turki, Iran, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Malaysia, dan Mesir.

Hatta optimistis bisa mencapai target tersebut walaupun saat ini volume perdagangan negara-negara tersebut masih di bawah 5% atau senilai US$ 700 miliar. Sedangkan, untuk Indonesia, volume perdagangan masih 1% dibandingkan dengan volume perdagangan dunia atau baru senilai US$ 137-140 miliar.

"Saya sangat optimis, karena banyak yang komplementer yang bisa dilakukan, misal Indonesia dan Nigeria," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun kerjasama dengan negara-negara D8 untuk membuat sebuah proyek gabungan (joint project) yang nantinya akan mirip dengan proyek AAF (Asean Aceh Fertilizer) yang digarap oleh negara-negara ASEAN.

"Ada kesepakatan untuk membangun joint project seperti ASEAN dulu," ujar Hatta.

Hatta mengatakan dengan membangun joint project seperti itu. Misalnya, Mesir yang kaya akan kandungan fosfat bisa diakses potensinya oleh Indonesia dan negara lain sehingga Indonesia bisa mendapatkan security fosfat yang baik.

Seperti diketahui negara-negara anggota D8 adalah Indonesia, Malaysia, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Mesir, dan Nigeria.

Selain kesepakatan tersebut, kata Hatta, hasil pertemuan D8 di Istambul, Turki, kemarin juga menyepakati adanya semacam pengumpulan dana atau pooling fund. Rencananya pooling fund ini bisa digunakan negara-negara D8 dalam rangka mengatasi persoalan misalnya dalam pengembangan usaha.

"Tapi ini (pooling fund) masih kita minta dibawa ke level working group untuk didalami," tukasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads