"Lelang ini dilakukan karena ada komitmen pemasok lama yang tidak terpenuhi sehingga harus ditambah dari pemasok spot," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji saat dihubungi, Rabu (14/7/2010).
Menurut Nur Pamudji, proses lelang pengamanan pasokan bagi keperluan operasi pembangkit yang masuk dalam proyek 10.000 Megawatt tersebut akan dilakukan secara manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarat lainnya adalah tidak sedang terikat kontrak pasokan batubara ke PLTU Labuan dan memiliki ijin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) atau kuasa pertambangan," jelasnya.
"Pendaftaran lelang dimulai pada 14-15 Juli dan waktu penjelasan dan penawaran pada 15 Juli 2010," jelasnya.
Pemenang tender, lanjut dia, nantinya akan menyalurkan batubara secara bertahap ke pembangkit yang berada di Banten tersebut. Dimana volume dan jadwal pasokan batubara terdiri dari:
- Lot 1 sebanyak 48.000 ton pada 20 Juli, 30 Juli, 8 Agustus, 16 Agustus, 24 Agustus, dan 29 Agustus 2010.
- Lot 2 sebanyak 48.000 ton pada 21 Juli, 2 Agustus, 10 Agustus, 18 Agustus, 26 Agustus, dan 30 Agustus 2010
- Lot 3 sebanyak 48.000 ton pada 23 Juli, 4 Agustus, 12 Agustus, 20 Agustus, 27 Agustus, dan 31 Agustus 2010.
- Lot 4 sebanyak 40.000 ton pada 24 Juli, 6 Agustus, 14 Agustus, 22 Agustus, dan 28 Agustus 2010.
"Spesifikasi batubara yang dibutuhkan PLTU Labuan yaitu antara 4.250-4.700 kkal/kg," jelasnya.
(epi/qom)











































