Hatta Bingung Harga Cabai Bisa Dongkrak Inflasi

Hatta Bingung Harga Cabai Bisa Dongkrak Inflasi

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2010 18:59 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa merasa bingung kenapa harga cabai merah bisa mendongkrak nilai inflasi cukup besar di bulan Juni. Namun dirinya memaklumi musim hujan terus menerus membuat produksi cabai merosot sehingga harga naik.

"Kalau mau melihat kumulatif dari inflasi 0,97% itu, cabai merah dan keriting punya kontribusi cukup besar. Saya juga bingung kok cabai memiliki share yang besar," ujarnya saat ditemui di Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/7/2010).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Juni paling besar didorong oleh cabai merah dengan kenaikan harganya yang mencapai 45,7%. Kenaikan harga cabai merah memiliki ini memiliki andil 0,26% terhadap inflasi Juni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menilai tanpa ada dorongan dari harga cabai ini maka dipastikan inflasi Indonesia akan rendah. Namun, dirinya memaklumi kenaikan harga cabai tersebut pada musim hujan.

"Cabai ini kan memang selalu fluktuatif, kalau hujan biasanya dia akan naik. Kebetulan harusnya bulan ini bulan yang cukup panas, tapi ternyata hujan. Jadi harganya meningkat tajam," ujarnya.

Hatta memastikan agar inflasi ini bisa terjaga sehingga tidak melampau target yang ditentukan dalam APBN-P 2010 sebesar 5,3%. Begitu juga dengan target pertumbuhan ekonomi yang diprediksi melebihi taget sebesar 5,8%.

"Kuartal dua diperkirakan 6%. Jadi kalau kita bikin target 5,8% Insya Allah tercapai. Bahkan beberapa pengamat bicara kita akan tumbuh pada 6%. Tapi pemerintah tetap saja dulu lah. Sudah diputuskan 5,8%. Kalau lebih tinggi dari itu, itu bonus buat kita," tukasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads