Insiden Ledakan Elpiji 3 Kg Hambat Program Konversi

Insiden Ledakan Elpiji 3 Kg Hambat Program Konversi

- detikFinance
Kamis, 15 Jul 2010 15:44 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengakui kegiatan konversi minyak tanah ke elpiji pada tahun ini berjalan lambat karena banyaknya insiden yang terjadi akhir-akhir ini. Hingga 30 Juni 2010, BUMN Migas itu baru bisa menyalurkan paket perdana sebanyak 1,26 juta paket perdana elpiji 3 kg atau sekitar 13,46% dari target paket yang akan didistribusikan tahun ini sebesar 9,395 juta paket.

"Kemarin dengan adanya banyak insiden kita mau tidak mau kita lebih perhatian ke situ. Kalau fokus ke situ dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, maka perhatian kami ke distribusi berkurang karena SDM (sumber daya manusia) kita juga terbatas," ujar Koordinator Pelaksana konversi Divisi Gas Domestik Pertamina, Kusnendar usai diskusi di restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis (15/7/2010).

Selain itu, insiden tersebut juga telah membuat pengiriman paket perdana elpiji 3 kg dari para produsen dihentikan sementara karena adanya pengecekan komponen elpiji 3 kg oleh pihak terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di awal 2010, pernah pabrikan tidak boleh kirim dulu karena mau dicek oleh instansi terkait," jelas Kusnendar.

Namun meskipun begitu, Kusnendar optimistis target penyaluran tabung dan kompor elpiji 3 kg sebesar 9,395 juta kepala keluarga sepanjang tahun ini dapat tercapai.

"Meskipun hanya tinggal setengah tahun lagi, namun kami sangat  yakin sepanjang tidak ada insiden-insiden itu dan tidak ada faktor-faktor signifikan yang mengganggu jalannya kegiatan distribusi. Jadi saya berharap kecelakaan ini tidak terus terjadi,” tambahnya.

Sepanjang semester I-2010, Pertamina telah berhasil menarik minyak tanah 60% atau sekitar 3,68 juta kiloliter (KL) dari jumlah target sebesar 6,17 juta KL di tahun ini. Untuk paket refill dan perdana elpiji, hingga 30 Juni, Pertamina mendistribusikan sebesar 1,33 juta metrik ton atau sekitar 44% dari target yakni 3 juta metrik ton.

Sepanjang program konversi dimulai sejak tahun 2007 hingga 30 Juni 2010, Pertamina telah mendistribusikan paket perdana sebesar 44,675 juta paket, dengan volume elpiji 3,793 juta metric ton (MT), dan penarikan minyak tanah sebanyak 11,317 juta KL.

Adapun besar penghematan subsidi yang telah diperoleh BUMN migas itu dari penjualan elpiji mencapai Rp 29,95 triliun hingga Juni 2010. Jika dikurangi biaya paket konversi sebesar Rp 10,62 triliun maka penghematan bersih yang dihasilkan mencapai Rp 19,34 triliun.

(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads