Hal itu terjadi karena elpiji 3 Kg diduga sudah tak menggunakan campuran sulfur atau metaftan sebagai zat yang memberikan aroma bau sebagai alarm berbahaya (early warning). Pertamina selakuΒ produsen elpiji dipertanyakan dan diminta untuk klarifikasi.
"Itu yang kita pertanyakan, kalau perlu kita akan kirim surat ke Pertamina, untuk menanyakannya," kata Ketua Komite Tetap Perdagangan Distribusi dan Keagenan Kadin Natsir Mansyur saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tak ada campuran, maka fungsi gas elpiji, apabila terjadi kebocoran tak bisa dideteksi," jelasnya.
Natsir berharap masalah keamanan bagi elpiji harus menjadi perhatian Pertamina, termasuk dalam memastikan produk elpijinya tetap menggunakan aroma pembau agar masyarakat selamat.
(hen/qom)










































