Menurut Vice President Pemasaran BBM Ritel Pertamina, Denny Wisnuwardhani, selama ini pasokan BBM dari perusahaan migas pelat merah itu ke Blue Bird sebanyak 5.776 kiloliter per bulan, namun karena Pertamina ingin mendorong Blue Bird beralih ke Pertamax maka dalam dua bulan terakhir kuotanya dikurangi 800 KL per bulan.
"Tapi kami tidak memasok Pertamax ke mereka. Mereka yang beli sendiri di SPBU-SPBU yang ada," kata Denny di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka secara resmi belum sampaikan bahwa kerusakan itu karena bahan bakarnya. Tapi saya sudah menugaskan anak buah saya untuk berkomunikasi dengan Blue Bird, sekaligus melakukan pengecekan ke sana," paparnya.
Ia juga mengaku heran dengan adanya isu penurunan kualitas premium ini. Menurut dia, jika memang suatu SPBU menurunkan kualitas premiumnya, maka seharusnya seluruh mobil yang mengisi bensin di SPBU itu mengalami mogok massal.
"Kalau secara logika kan harusnya seperti itu," tambahnya.
(epi/dnl)











































