Kondisi ini terlihat ketika operasi pasar bersama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Wakil Gubernur Prijanto di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Sabtu (24/7/2010).
Harsono, salah seorang pedagang beras di pasar ini menyatakan stok beras di pasar ini mencukupi, tetapi harganya masih merangkak naik. Pasalnya, hasil panen belum masuk ke pasar. Selain itu, terdapat beberapa lahan panen yang terserang hama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harsono mengakui kenaikan harga ini sudah berasal dari kenaikan harga yang ditentukan para petani. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik adanya operasi pasar (OP) yang dilakukan pemerintah untuk menekan kenaikan harga beras.
"Kita senang ada operasi pasar jadi harga nggak terus tinggi. Kan kasihan para pembeli," harapnya.
Menanggapi hal itu, Mari menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan operasi pasar guna menjaga harga beras dan menjamin stok beras.
"Kita akan lanjutkan, semoga panen berikutnya kembali ke semula. Yang penting stok cukup. Komitmen kita tidak ada kenaikan harga beras di mana pun. Kita sudah berikan keleluasaan kepada Bulog di titik yang mengalami kecenderungan kenaikan harga walaupun kenaikannya belum 10%," ujar Mari saat ditemui di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta.
Mari mengakui ada kenaikan harga beras. Untuk beras premium eceran, kenaikan harga berkisar Rp 700-800/kg, sedangkan beras medium kenaikan berkisar Rp 300-500.
"Untuk medium masih normal pada musim seperti ini, sedangkan kenaikan yang cukup tajam memang di beras premiun," ungkapnya.
Sampai hari ini, OP beras telah dilaksanakan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Papua. Beberapa daerah seperti Banten, Sumatera Utara, dan daerah lainnya sudah dalam persiapan pelaksanaan.
Khusus DKI Jakarta, OP beras telah dilaksanakan sejak 20 Juli 2010 di 12 lokasi yaitu Pasar Serdang/Sumur Batu (Jakarta Pusat), Pasar Anyar Bahari dan Sukapura (Jakarta Utara), Pasar Minggu, Kebayoran Lama (Jakarta Selatan), Pasar Kalideres, Grogol, Jembatan Lima (Jakarta Barat), dan Pasar Kramat Jati, Klender, Jatinegara, Pasar Induk Beras Cipinang (Jakarta Timur). Di setiap titiknya disiapkan sebanyak 6 ton beras OP, khusus PIBC disiapkan 10 ton beras.
Untuk meninjau pasokan dan perkembangan harga beras, Mendag, Wamentan, Dirut Bulog, dan Wagub DKI juga melakukan pemantauan langsung ke PIBC dan Gudang Bulog Kelapa Gading.
Stok beras di PIBC sampai 22 Juli mencapai 30.464 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan DKI Jakarta 10 hari ke depan. Pasokan beras di PIBC pada 22 Juli 2010 mencapai 3.086 ton, lebih tinggi 224 ton dari pasokan sehari sebelumnya sebesar 2.862 ton dan juga lebih tinggi dari rata-rata pasokan bulan Juni sebesar 2.507 ton.
Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, ketersediaan pangan pokok untuk bulan Juli-September 2010 cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Stok beras pada bulan Juli 2010 mencapai 9.871.927 ton, jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan 3 bulan ke depan. Stok beras akhir tahun 2010 diperkirakan akan mencapai 5.638.180 ton dan dapat memenuhi 2 bulan kebutuhan untuk periode Januari-Februari 2011.
Berikut daftar harga beras di PIBC, per 24 Juli 2010:
- Beras Cianjur Kepala: Rp 8.500
- Beras Cianjur Slyp: Rp 7.800
- eras Setra: Rp 8.200
- Beras Saigon: Rp 7.600
- Beras Muncul I: Rp 6.700
- Beras Muncul II: Rp 6.200
- Beras Muncul III: Rp 5.700
- IR-64 I: Rp 6.750
- IR-64 II: Rp 6.250
- IR-64 III: Rp 5.600
- IR-42: Rp 9.000
- Ketan Putih Biasa: Rp 9.500
- Ketan Putih Paris: Rp 11.350
- Ketan Hitam: Rp 13.000
(nia/dnl)











































