Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/7/2010).
"Pembayaran bunga utang realisasinya sebesar 41% dari Rp 105,7 triliun atau sebesar Rp 43,4 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 57,4 triliun sehingga total bunga utang yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 100,8 triliun atau sebesar 95,4%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada semester II tahun ini, belanja pemerintah pusat diharapkan terserap Rp 508,2 triliun. Jadi total penyerapan belanja pemerintah pusat mencapai Rp 742,4 triliun atau sebesar 95%.
Untuk belanja pegawai, realisasinya masih 45,3% dari Rp 162 triliun atau sebesar Rp 73,5 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 77 triliun sehingga total belanja pegawai yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 150,4 triliun atau sebesar 92,9%.
Belanja barang baru terealisasi sebesar 26,2% dari Rp 112,1 triliun atau sebesar Rp 29,3 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 73,9 triliun sehingga total belanja barang yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 103,2 triliun atau sebesar 92,1%.
Realisasi belanja modal baru mencapai 16,1% dari Rp 101,9 atau sebesar Rp 16,4 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 80,9 triliun sehingga total belanja modal yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 97,3 triliun atau sebesar 95,4%.
Realisasi subsidi sebesar 25,7% dari Rp 201,3 atau sebesar Rp 51,7 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 143,5 triliun sehingga total subsidi yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 195,2 triliun atau sebesar 97%.
Belanja hibah belum ada yang terealisasi. Padahal dianggarkan sebesar Rp 200 miliar sehingga diusahakan digenjot hingga akhir tahun.
Sedangkan bantuan sosial realisasinya sebesar 29,1% dari Rp 65,5 triliun atau sebesar Rp 19,1 triliun. Prognosa semester II diperkirakan Rp 44 triliun sehingga total bantuan sosial yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 63,1 triliun atau sebesar 96,2%.
Realisasi belanja lain-lain baru 2,7% dari Rp 32,9 triliun atau sebesar Rp 900 miliar. Prognosa semester II diperkirakan Rp 31,4 triliun sehingga total belanja lain-lain yang terserap hingga akhir tahun mencapai Rp 32,2 triliun atau sebesar 97,9%.
(nia/dnl)











































