"Pada tahun depan, kami targetkan ada kenaikan sebesar 10% dari target tahun 2010,"ujar Senior Vice President Business Development, Direktorat Hulu Pertamina, Slamet Riadhy di Hotel Grand USSU, Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Senin (26/7/2010).
Dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2010, Pertamina menargetkan produksi migas sebesar 423 ribu boepd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk tahun depan, target sebesar 469 ribu boepd tersebut, 328 ribu boepd berasal dari PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi (PHE) sebesar 122 ribu boepd dan sisanya sebanyak 19 ribu boepd akan digenjot dari lapangan baru baik di dalam dan luar negeri.
Pada tahun 2015, BUMN migas itu menargetkan produksi migasnya bisa mencapai 1 juta boepd.
Untuk mencapai target tersebut, Slamet menyatakan saat ini perseroan terus gencar membidik lapangan-lapangan baru di dalam dan di luar negeri.
"Untuk capai itu, kami canangkan 300 ribu-350 ribu boepd berasal dari aset baru," jelasnya.
Dalam melakukan akusisi blok baru, Pertamina akan lebih memilih lapangan produksi daripada lapangan eksplorasi agar bisa lebih cepat menghasilkan migas sehingga target produksi Pertamina bisa tercapai.
"Dari seluruh aset baru yang kami akuisisi, kami akan batasi hanya 10-20 persennya yang lapangan eksplorasi," ungkapnya.
Selain itu, Pertamina juga mengincar blok-blok migas di dalam negeri yang Production Sharing Contract (PSC) akan segera habis.
"Kami butuh dukungan pemerintah untuk memberikan kepercayaan kepada kami untuk memberikan kontrak-kontrak yang sudah habis kepada Pertamina," tambahnya.
(epi/dnl)










































