"Pertamina kan juga punya lab independen, jadi perubahan warna premium itu juga akan di cek di sana. Ini kan supaya balance," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka , Kamis (29/7/2010).
Menurut Evita, kedua lembaga tersebut bertugas untuk mencari tahu apa penyebab perubahan warna pada bahan bakar minyak (BBM) beroktan 88 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, BPH Migas melihat adanya perubahan warna pada premium di tanki mobil taksi Gamya. BPH Migas-pun menggandeng Lemigas untuk mencari tahu penyebab perubahan warna tersebut.
Menurut anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo, berdasarkan hasil uji petik yang dilakukan di pool taksi Gamya di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim menunjukkan bahwa premium yang dikonsumsi taksi milik Gamya sudah sesuai spesifikasi karena berada di atas RON 88.
Namun, tim menemukan adanya perubahan warna BBM jenis premium itu, dari kuning menjadi hitam gelap.Hasil uji petik menunjukkan premium dari tangki timbun (Buttom to top) memiliki RON 89,9 dengan warna kuning keruh.
Sementara untuk sample premium yang diambil dari Nozzle Dispenser justru mengalami peningkatan yang signifikan menjadi RON 90,3 dengan warna premium kuning jernih. Sedangkan, dari saringan fuel pump mobil yang mogok ber-RON 88,1 dengan warna hitam gelap.
"Ini menunjukkan bahwa premium yang keluar dari tanki dan dispenser SPBU dalam kondisi bagus. Tapi saat dicek di tanki mobil yang rusak warnanya berubah, berarti bisa saja ada sesuatu yang dimasukkan ke tanki mobil," kata Adi saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (28/7/2010).
(epi/qom)










































