"Sekarang ini kan masih banyak yang antre. Tapi pada tahun ini, kami akan membatasi hanya memberikan izin untuk bangun 20 SPBU di seluruh Indonesia," jelas Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo.
Ia menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi penggunaan tabung elpiji 3 Kg di Jalan Petamburan 1, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa kasih izin banyak-banyak karena kalau SPBU lama omzetnya turun kan kasihan juga," ungkapnya.
Selain membatasi pemberian izin, Pertamina juga berencana untuk membongkar SPBU yang sudah rusak dan tidak layak operasi.
"Kaya SPBU-SPBU di Pantura itu kan banyak yang rusak dan tidak terawat karena tidak punya modal. Kita akan lihat apa sebaiknya itu dirawat atau kalau perlu dibongkar total," ungkapnya.
Djaelani menambahkan, pada tahun ini Pertamina (Persero) akan memberikan sertifikat 'Pasti Pas' kepada 500 SPBU yang sudah ada. Saat ini, dari 4.750 SPBU, tercatat sudah ada 2.700 SPBU yang bersertifikat Pasti Pas.
"Tambah 500 SPBU Pasti Pas itu sudah bagus. Lagipula SPBU kan tambahnya cepat. Jadi kalau SPBU baru itu bisa langsung dapat Pasti Pas," tambahnya.
(epi/qom)










































