Salis Aprilian Kembali Aktif Jadi Presdir Pertamina EP

Salis Aprilian Kembali Aktif Jadi Presdir Pertamina EP

- detikFinance
Senin, 02 Agu 2010 16:42 WIB
Salis Aprilian Kembali Aktif Jadi Presdir Pertamina EP
Jakarta - Salis S. Aprilian kembali aktif menjadi Presiden Direktur PT Pertamina EP setelah sempat dinonaktifkan sejak 2 Juli lalu. Salis sempat dinonaktifkan dari posisi Presdir Pertamina EP menyusul terjadinya 3 kecelakaan yang menyebabkan enam orang karyawan meninggal dunia dalam enam bulan terakhir.

"Alhamdulillah, saya sudah aktif kembali menjadi Presdir Pertamina EP," kata Salis saat dikonfirmasi detikFinance, Senin (2/8/2010).

Salis mengaku telah membuat laporan lengkap tentang kejadian-kejadian tersebut dan menyempurnakan program-program Health, Safety, and Environment (HSE) di Pertamina EP, termasuk memberi 'corrective action' kepada pekerja Pertamina EP dan kontraktor yang terkait kejadian ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu semua sudah saya selesaikan dan saya laporkan ke Dewan Komisaris Pertamina EP sehingga saya sudah aktif embali," jelasnya.

Sebelumnya, Dewan Komisaris PT Pertamina EP telah menonaktifkan sementara Salis S. Aprilian menjadi Presdir PT Pertamina EP sejak 2 Juli 2010. Salis dinonaktifkan karena telah terjadi tiga kecelakaan yang telah menyebabkan enam orang, yang terdiri dari lima orang pekerja kontraktor dan satu orang pekerja Pertamina EP meninggal dalam
enam bulan terakhir.

Saat itu, Salis menjelaskan, sebenarnya keenam kejadian ini di luar kontrol manajemen Pertamina EP.

Ia mencontohkan satu orang jatuh dari atas jendela kantor setinggi sekitar 2,5 meter sewaktu memperbaiki AC dan diperkirakan gagal jantung akibat diduga tersengat listrik, kemudian 4 orang masuk tangki tanpa diperintah dan ternyata kekurangan oksigen, dan 1 orang tertimpa tangki semen yang roboh.

Dengan kejadian tersebut Salis mengaku diminta oleh Dewan Komisaris Pertamina EP untuk dapat memfokuskan diri membuat laporan lengkap tentang kejadian-kejadian ini dan menyempurnakan program-program Health, Safety, and Environment (HSE) di Pertamina termasuk memberi 'corrective action' kepada pekerja PEP dan kontraktor yang terkait kejadian ini.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads