Perseroan menargetkan bisa memperoleh 30.000 barel nafta sebagai bahan baku bijih plastik (PP dan PE), dari kepemilikan saham ini.
"Kami berminat, tapi yang jelas kami tidak menjadi mayoritas, kalau bisa mendapatkan saham 20-25%," kata Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (9/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Bojanegara, berapa saja (saham) yang penting kita bisa berpartisipasi," katanya.
Seperti diketahui proyek kilang Bojanegara akan digarap oleh Pertamina, NIORD (Iran), Petrofield Malaysia. Jika Chandra Asih masuk maka, akan bertambah satu calon investor.
Proyek ini akan memproduksi kapasitas kilang 300.000 barel per hari, di mana masing-masing 150.000 barel untuk unit I pada tahun 2014, sementara untuk unit II diproduksi pada tahun 2016.
Investasinya yang dibutuhkan dari kilang ini mencapai US$ 3,8 miliar per 150.000 barel atau jika dilakukan bersamaan dua unit 300.000 barel hanya akan menelan dana investasi US$ 7 miliar.
(hen/dnl)











































