Kurangi Arus Mudik, Pemerintah Angkut Sepeda Motor Gratis

Kurangi Arus Mudik, Pemerintah Angkut Sepeda Motor Gratis

- detikFinance
Kamis, 12 Agu 2010 18:51 WIB
Kurangi Arus Mudik, Pemerintah Angkut Sepeda Motor Gratis
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji pengangkutan sepeda motor gratis bagi para pemudik. Nantinya motor seluruh pemudik di pulau Jawa akan diangkut menggunakan kereta api atau truk.

"Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus pemudik kendaraan beroda dua," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi ketika ditemui di Kantor Menteri Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/08/2010).

Menurut Freddy, sepeda motor yang digunakan para pemudik akan dinaikkan ke dalam kereta api atau truk. "Jadi selama perjalanan sepeda motor akan dibawa dengan truk atau kereta api. Nah para pemudik tinggal mengambilnya saja begitu sampai ditempat tujuan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, kepadatan arus mudik dengan sepeda motor tiap tahunnya terus meningkat dengan alasan penghematan. Maka dari itu, lanjut Freddy, pengangkutan sepeda motor ke alat transportasi lain tidak akan dikenakan biaya. "Jadi kalau perlu gratis," ungkapnya.

Peningkatan Pelayanan Sarana Tranportasi

Menjelang Lebaran, Kemenhub juga sudah mengantisipasi peningkatan pelayanan di berbagai sarana transportasi. Freddy mengatakan, tahun ini pihaknya memprediksikan adanya peningkatan arus mudik hingga 15%.

"Untuk transportasi darat segala sarana dan prasarana sudah disiapkan. Kita sudah antisipasi segala titik-titik jalan yang rawan kecelakaan," katanya.

Selain itu, lanjut Freddy, Kemenhub juga telah mengatur pasar tumpah yang mengakibatkan kepadatan lalu lintas. "Kemudian kita juga telah menyiapkan batas atas dan batas bawah harga tiket. Termasuk juga kepada kereta api kelas ekonomi. Semua diatur pemerintah," tambahnya.

Untuk transportasi udara, Freddy mengatakan sarana pendukung seperti kesiapan bandar udara telah ditingkatkan. "Misalnya di Bandara Soetta, X-Ray telah ditambahkan menjadi 3-5 unit agar tidak ada penumpukan antrean," katanya.

Kemudian, lanjut Freddy, kesiapan maskapai penerbangan juga sudah dicek satu persatu. "Semuanya sudah dipersiapkan dengan seksama," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads