"Pemerintah juga bertekad untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang tepat waktu. Hal ini penting kita lakukan, demi menjaga kredibilitas kita di mata pelaku pasar, baik domestik maupun internasional," jelas SBY dalam pidato Nota Keuangan 2011 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
SBY mengatakan, ke depan pemerintah akan berhati-hati dan selektif dalam mengambil utang yang diberikan oleh kreditur. Dikatakan SBY, utang baru harus digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan yang produktif, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, utang pemerintah Indonesia periode Januari-Juli 2010 tercatat sebesar Rp 1.625,63 triliun atau 26% dari PDB. Angka itu bertambah Rp 34,97 triliun dari posisi akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1.590,66 triliun. Secara persentase terhadap PDB memang utang Indonesia terus turun, namun secara nominal terus meningkat.
(dnl/qom)










































