"Kita pasti nggak setuju, baru naik. Kalau kita naikan harga apa ada yang mau beli barang kita?" tegas Ketua Apindo Sofjan Wanandi saat dihubungi detikFinance, Senin (16/8/2010) malam.
Ia memastikan jika TDL kembali naik pada tahun depan, maka dunia usaha dalam negeri bakal sulit berkompetisi. Bahkan tak menutup kemungkinan akan terjadi pengalihan tren dari pelaku usaha industri menjadi pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menegaskan seharusnya pemerintah melihat secara keseluruhan terkait kebijakan menaikan TDL. Menurutnya imbas kenaikan TDL akan berdampak pada hasrat investasi di Indonesia yang bakal terpengaruh.
"Nafas saja sekarang susah," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah berniat menaikkan kembali Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15% di tahun 2011. Kenaikan ini ditujukan untuk mengurangi beban subsidi listrik pemerintah yang selalu membengkak dari tahun ke tahun.
"Di 2011 akan ada penyesuaian TDL sebesar 15%. Jadi penyerapan K/L (Kementerian/Lembaga) perlu disesuaikan lagi," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Kenaikan TDL mulai awal 2011 ini membuat beban subsidi listrik menurun menjadi Rp 41 triliun di 2011, dari Rp 55,1 triliun di 2010.
Dalam bahan Nota Keuangan 2011 memang secara eksplisit dikatakan adanya rencana kenaikan TDL di 2011 sebesar 15%. Namun entah kenapa Presiden SBY tidak membacakannya saat dirinya membacakan nota keuangan di depan DPR dan DPD siang tadi.
Dalam nota keuangan dikatakan, di 2011 subsidi listrik masih perlu disediakan, dengan pertimbangan masih rendahnya TDL yang berlaku bila dibandingkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik. Selama beberapa tahun terakhir realisasi anggaran subsidi listrik mengalami peningkatan yang signifikan.
(hen/qom)










































