"Di mana untuk unit 1 tanggal 11 Mei 2012 dan unit 2 tanggal 11 Juli 2012," ujar Direktur Operasi PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Kamis (19/8/2010).
Vickner memperkirakan kebutuhan batubara untuk PLTU ini diperkirakan sebesar 174,499 ton/tahun. Suplai listrik dari PLTU Maluku ini, nantinya akan disalurkan melalui jaringan transmisi SUTT 70 kV melalui Gardu Induk (GI) Paso dan GI Sirimau. Selanjutnya akan didistribusikan ke konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontraktor pelaksana proyek pembangkit yang masuk dalam proyek 10.00) MW tahap I itu adalah konsorsium dari beberapa perusahaan, yakni PT Sakti Mas Mulia, Wuhan Kaidi Electric Power.Co.Ltd, dan PT Hilmanindo Signintama.
Sedangkan untuk konsultan supervisi engineering dilakukan oleh PT Prima Layanan Nasional Engineering. Sementara itu, pembiayaan yang dibutuhkan sebesar US$ 27,6 juta dan Rp 241,167 miliar.
(epi/dnl)











































