Kepala PIP Soritaon Siregar menyebutkan terdapat 6 proyek dalam PPP yang memerlukan bantuan dana. Keenam proyek itu adalah proyek kereta api Manggarai-Soekarno Hatta, Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTB) Jawa Tengah, Kereta Api Batu Bara di Kalimantan Tengah, Pelabuhan Tanah Ampo di Bali, Umbulan air di Surabaya, dan Pengelolaan sampah di Gede Bage, Bandung, Jawa Barat.
Dari 6 proyek tersebut, terdapat 3 proyek yang sudah siap dimasuki PIP untuk dana awalnya. Ketiga proyek itu adalah Manggarai-Bandara Soekarno Hatta, PLTB Jawa Tengah, dan Kereta Api di Kalimantan Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut, jelas Soritaon, digunakan untuk masuk dalam pembiayaan pada 5 skema, yaitu penyediaan lahan, konstruksi infrastruktur, pembiayaan melalui joint venture, persiapan proyek, dan kerjasama pembiayaan melalui kesepakatn GCA, PIP, dan BU.
Kehadiran PIP tersebut digunakan sebagai suatu bentuk stimulan dan kepastian kepada investor lain agar mau masuk menanamkan investasinya ke program-program tersebut.
"Masuknya pemerintah untuk memberikan kepercayaan, kalau pemerintah sudah masuk orang akan melihat proyek ini oke. Kita sebagai stimulan," tandasnya.
Walaupun Soritaon akui, proyek PPP ini tidak berhasil karena masalah tanah. Oleh karena itu, pemerintah sedang menggodok semua peraturan yang terkait dengan masalah tersebut. Permasalahan pembebasan lahan ini kebanyakan karena masalah budaya di masyarakat.
"Banyak yang melibatkan orang-orang tertentu yang mengambil keuntungan dari kesempitan, jadi aji mumpung," pungkasnya.
(nia/dnl)










































