Pemerintah Siap Ikut Biayai Proyek Rel KA Bandara

Pemerintah Siap Ikut Biayai Proyek Rel KA Bandara

- detikFinance
Kamis, 19 Agu 2010 18:36 WIB
Jakarta - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) siap masuk dalam pembiayaan 3 proyek pembangunan infrastruktur lewat mekanisme Public Private Partnership. Anggaran sebesar Rp 300 miliar siap digelontorkan untuk menarik investor turut masuk dalam proyek tersebut.

Kepala PIP Soritaon Siregar menyebutkan terdapat 6 proyek dalam PPP yang memerlukan bantuan dana. Keenam proyek itu adalah proyek kereta api Manggarai-Soekarno Hatta, Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTB) Jawa Tengah, Kereta Api Batu Bara di Kalimantan Tengah, Pelabuhan Tanah Ampo di Bali, Umbulan air di Surabaya, dan Pengelolaan sampah di Gede Bage, Bandung, Jawa Barat.

Dari 6 proyek tersebut, terdapat 3 proyek yang sudah siap dimasuki PIP untuk dana awalnya. Ketiga proyek itu adalah Manggarai-Bandara Soekarno Hatta, PLTB Jawa Tengah, dan Kereta Api di Kalimantan Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk PPP kita siapkan Rp 300 miliar 2010," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Dana tersebut, jelas Soritaon, digunakan untuk masuk dalam pembiayaan pada 5 skema, yaitu penyediaan lahan, konstruksi infrastruktur, pembiayaan melalui joint venture, persiapan proyek, dan kerjasama pembiayaan melalui kesepakatn GCA, PIP, dan BU.

Kehadiran PIP tersebut digunakan sebagai suatu bentuk stimulan dan kepastian kepada investor lain agar mau masuk menanamkan investasinya ke program-program tersebut.

"Masuknya pemerintah untuk memberikan kepercayaan, kalau pemerintah sudah masuk orang akan melihat proyek ini oke. Kita sebagai stimulan," tandasnya.

Walaupun Soritaon akui, proyek PPP ini tidak berhasil karena masalah tanah. Oleh karena itu, pemerintah sedang menggodok semua peraturan yang terkait dengan masalah tersebut. Permasalahan pembebasan lahan ini kebanyakan karena masalah budaya di masyarakat.

"Banyak yang melibatkan orang-orang tertentu yang mengambil keuntungan dari kesempitan, jadi aji mumpung," pungkasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads