"Baru satu bulan saja turunnya sudah besar dari 12 juta unit jadi 7 juta unit. Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan lama," ujar ketua umum Asosiasi Pelampuan Indonesia (Aspelindo), Jhon Manoppo usai buka puasa bersama di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis malam (19/8/3010).
Penurunan impor LHE ini tentu saja menjadi angin segar bagi produsen LHE di dalam negeri.Saat ini rata-rata konsumsi LHE sebesar 16 juta unit per bulan. Jika LHE yang diimpor pada bulan Juli sebesar 7 juta unit, berarti saat ini kontribusi LHE buatan domestik menjadi dominan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap pada tahun ini kontribusi LHE domestik meningkat. Misalnya konsumsi LHE tahun ini totalnya 200 juta unit, kalau bisa impornya 140 juta unit, dan sisanya domestik," harapnya.
Seperti diketahui, Permendag Nomor 23 Tahun 2010 mengenai penambahan 41 pos tarif barang yang diatur dalam impor produk tertentu mulai berlaku sejak 21 Juni 2010. Pos tarif baru ini meliputi obat tradisional, komestik, dan LHE.
Dengan pembatasan ini, produk LHE hanya bisa masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tertentu.
(epi/dnl)











































