Menurut Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, rencana penerbitan obligasi yang akan dilakukan perseroan hingga saat ini masih terganjal belum selesainya hasil audit laporan keuangan tahun 2009 dari BUMN Migas tersebut.
"Laporan keuangan tahun 2009 nanti selesainya kira-kira awal Oktober, jadi tidak keburu. Kalau tidak keburu bisa dipindahkan ke kuartal I- 2011," ujar Karen di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menutupi kebutuhan investasi yang seharusnya dipenuhi dari dana hasil obligasi tersebut.
"Bond itukan dipakai untuk investasi. Untuk menutupinya mungkin dari loan (pinjaman)," kata Karen.
Semula, BUMN migas itu menargetkan penerbitan surat utang itu bisa dilakukan sekitar bulan April-Mei 2010 lalu. Manajemen perusahaan pelat merah itu kemudian sepakat untuk memundurkan jadwal penerbitannya karena masih menunggu hasil audit laporan keuangan tahun 2009.
Tahun ini, perseroan menganggarkan capex sebanyak Rp 39 triliun. Dana itu naik sebesar 56,4 persen dari capex tahun sebelumnya yang hanya sebanyak Rp 22 triliun.
Dalam aksi korporasi itu, Pertamina telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas untuk menjadi penjamin emisi alias underwriter. Ketiganya yaitu Citigroup, HSBC, dan Credit Suisse.
(epi/dnl)











































