Penerimaan Migas Turun 14,29%

Semester I-2010

Penerimaan Migas Turun 14,29%

- detikFinance
Rabu, 25 Agu 2010 08:05 WIB
Jakarta - Penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 12,05 miliar sepanjang semester I-2010, atau turun 14,29% dibandingkan dengan realisasi penerimaan pada periode yang sama tahun lalu 2009 US$ 14,06 miliar.

Nilai itu juga berarti baru mencapai 46,4% dari target penertimaan migas 2010 yang ditetapkan sebesar US$ 26 miliar.

"Untuk memaksimalkan penerimaan negara, kami akan terus memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri pada barang dan jasa yang digunakan untuk mendukung operasional KKKS," ujar kata Kepala BP Migas, R Priyono dalam konferensi pers di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/8/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga semester I-2010, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada proses pengadaan barang dan jasa KKS yang melalui BP Migas berhasil mencapai angka 70% melampaui TDKN tahun 2009 sekitar 59,47%.

Priyono menyampaikan, sepanjang semester I-2010, produksi minyak (lifting) yang terjual mencapai 935.292 barel per hari. Sementara realisasi produksi selama periode sama tercatat lebih tinggi yakni sebesar 959.823 barel per hari.

"Angka lifting lebih rendah dari produksi karena cuaca tidak begitu baik sehingga proses pengapalan. Adanya badai di laut juga membuat kapal tidak bisa merapat. Selain itu ada beberapa kilang Pertamina yang rusak," ungkapnya.

Untuk mencapai target lifting yang ditetapkan APBN-P 2010 sebesar 965.000 bph, BP migas berencana untuk melepas stok minyak mentah yang dimilikinya. Menurut dia, stok minyak semester I-2010 tercatat cukup tinggi yaitu sekitar 11,3 juta barel.

"Kalau tidak cepat dilepas tidak apa-apa karena sekarang hargakan masih di bawah asumsi. Sampai semester I-2010, harga minyak Indonesia tercatat US$ 73,75  per barel atau masih di bawah asumsi APBN-P 2010 sebesar US$ 80 per barel," paparnya.

BP Migas mencatat pencapaian produksi minyak, kondensat dan Gas Indonesia hingga 30 Juni 2010 sebesar 2,53 juta BOEDP atau 108% dari target APBN 2010 sebesar 2,35 juta BOEDP.

Kinerja ini dicapai karena adanya kenaikan produksi gas yang cukup signifikan yang cukup terutama BP Berau sekitar 670 MMSCFD, ConocoPhilips 160 MMSCFD dan Kodeco sekitar 60 MMSCFD.

Pencapaian juga didorong oleh beberapa proyek yang mulai berproduksi saat ini, serta dengan mengoptimalkan kegiatan produksi di beberapa proyek seperti dari  lapangan Banyu Urip, blok Cepu yang dikelola Mobil Cepu Limited, dan lapangan Gelagah Kambuna, TAC Salamander.

"Tidak adanya capping cost recovery membuat para KKKS menjadi lebih bergairah sehingga angka unplanned shut down pada tahun ini bisa dikurangi," tambahnya.

(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads