Pemerintah Evaluasi Kelanjutan Program Konversi Elpiji

Pemerintah Evaluasi Kelanjutan Program Konversi Elpiji

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2010 12:59 WIB
Pemerintah Evaluasi Kelanjutan Program Konversi Elpiji
Jakarta - Pemerintah akan mengevaluasi kelanjutan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram (Kg) yang akan berakhir pada pada tahun 2010. Evaluasi tersebut dilakukan seiring dengan maraknya kecelakaan dari penggunaan elpiji 3 Kg tersebut.

“Yang jelas, tentu dievaluasi untuk disempurnakan,” ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai menghadiri acara pelatihan tenaga penyuluh lapangan pengguna elpiji di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Menurut Darwin, evaluasi ini dilakukan seiring maraknya kecelakaan sebagai dampak dari pemakaian elpiji 3 Kg di masyarakat. Evaluasi tersebut, lanjut dia, akan fokus pada masalah komponen pelengkap paket perdana seperti selang, regulator, valve dan rubber seal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Seiring dengan makin maraknya penggunaan, makin masifnya penggunaan, tentu saja tidak bisa kita hindari begitu saja, walaupun kita prihatin dengan adanya kecelakaan-kecelakaan,” paparnya.

Namun, Darwin belum bisa memastikan apakah program konversi minyak tanah ke elpiji akan dilanjutkan setelah penyaluran 52 juta paket perdana elpiji 3 Kg selesai didistribusikan pada tahun ini.

“Saya belum bisa saya komentari tentang itu, tetapi yang jelas kita harus bersyukur Alhamdulillah program ini berhasil, “ tambahnya.

Untuk diketahui, sejak program konversi di mulai, Pertamina telah menyalurkan 45,558 juta paket perdana elpiji 3 kilogram hingga akhir Juli 2010 atau sekitar 87,6 % dari 52 juta paket yang akan dibagikan dalam program tersebut. Pembagian 52 juta paket perdana sendiri ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads