Rapel Raskin Tak Ampuh Turunkan Harga Beras

Rapel Raskin Tak Ampuh Turunkan Harga Beras

- detikFinance
Kamis, 26 Agu 2010 13:50 WIB
Jakarta - Pemerintah telah menggelontorkan rapelan beras masyarakat miskin (raskin) untuk jatah bulan Agustus-September secara bersamaan di Agustus dengan harapan bisa menekan harga beras.

Kenyataannya untuk wilayah Jakarta, pembagian rapel raskin tak mempengaruhi terhadap penurunan harga beras. Meski hingga saat ini sudah ada 40% raskin bulan September di Jakarta sudah disalurkan pada bulan Agustus 2010.

"Rapel pengaruhnya sedkit, tapi paling tidak kita bisa menahan (harga), kemarin turun Rp 100," kata Kepala Divisi Regional Perum Bulog Jakarta Nasrun Rahmani dalam acara konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (25/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan untuk pembagian raskin bulan Agustus sudah 100% tersalurkan. Sementara untuk raskin bulan September baru tersalurkan sebesar 40%.

"Sisanya hingga akhir Agustus sudah selesai disalurkan," jelasnya.

Nasrun juga mengatakan pengalokasian raskin sekaligus dua bulan cukup direspon masyarakat miskin Jakarta, mereka umumnya bersedia membeli raskin Agustus dan September.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan harga beras untuk jenis IR 64-II pada tanggal 240 Agustus sebesar Rp 7.140 per kg, sementara kemarin pada tanggal 25 Agustus 2010 menjadi Rp 7.120 per kg.

Sementara itu Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Abdul Waris mengatakan setiap bulan pemerintah menggelontorkan raskin sebesar 280.000 ton. Selain membantu masyarakat miskin, raskin juga diharapkan sebagai sarana menekan kenaikan harga beras.

"Raskin sebagai alat stabilisasi juga, sehingga tekanan pasar terhadap permintaan menjadi kecil," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads