Subsidi Listrik Rp 2,2 Triliun Batal Dihemat

Subsidi Listrik Rp 2,2 Triliun Batal Dihemat

- detikFinance
Kamis, 02 Sep 2010 11:53 WIB
Jakarta - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan capping 18% mulai Juli 2010 telah menyebabkan pemerintah gagal menghemat subsidi listrik Rp 2,2 triliun.

Kebijakan capping 18% untuk kenaikan TDL hanya membawa tambahan pemasukan Rp 2,6 triliun. Padahal semula pemerintah menargetkan kenaikan TDL bisa menutupi subsidi
listrik sebesar Rp 4,8 triliun hingga akhir tahun ini.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan PLN, Setio Anggoro Dewo di Kantor Pusat PLN, jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tambahan pendapatan kenaikan TDL naiknya Rp 4,8 triliun, tapi dengan adanya capping 18% maka sampai akhir tahun ini tambahannya sebesar Rp 2,6 triliun," jelas Dewo.

Subsidi listrik dalam APBNP 2010 ditetapkan sebesar Rp 55,1 triliun. Untuk menutupi kekurangan subsidi listrik tersebut, PLN akan melakukan koordinasi dengan pemerintah.

"Belum tahu gimana. Nanti pemerintah yang putuskan," kata Dewo.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads