Hal ini disampaikan oleh Direktur IP Joko Hastowo ketika ditemui di sela kunjungan ke PLTU Suralaya, Banten, Jakarta, Rabu (8/9/2010).
"Hari ini satu unit kita standby, enam beroperasi. Nantinya kemungkinan akan ada dua yang standby karena beban menurun. Kemungkinan yang 2x600 MW," ujar Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suralaya pasok ke sistem listrik 3.400 MW, dari total Indonesia Power yang mencapai 9.000 MW. Kita pasok 30% listrik dari total kebutuhan listrik di Indonesia," ucapnya.
Seluruh bahan bakar di PLTU Suralaya menggunakan batubara yang diambil dari PT Bukit Asam Tbk. Jumlahnya mencapai 12 juta ton per tahun. Saat ini cadangan batubara yang ada di PLTU Suralaya mencapai 800 ribu ton, atau setara dengan kebutuhan 27 hari ke depan.
"Produksi yang ada di IP, 22 ribu kWh per tahun. Atau 19% konsumsi listrik nasional," imbuh Joko.
(wep/dnl)











































