Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar

Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar

- detikFinance
Kamis, 09 Sep 2010 11:47 WIB
Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar
Jakarta - Kementerian BUMN menyatakan memang belum mengucurkan dana sebesar Rp 310 miliar ke PT Merpati Indonesia lantaran BUMN aviasi tersebut belum merampungkan revisi rencana bisnisnya. Pembelian 13 unit pesawat Xian MA-60 diharapkan tidak molor.

"Dirut Merpati bilang ada revisi business plan, tiga bulan selesainya. Maka itu, Menkeu bilang apa betul Merpati butuh Rp 310 miliar? Kalau belum tahu berapa butuhnya, belum bisa dikucurkan," ujar Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di kantornya, Rabu (8/9/2010).

Menurut Said, pemerintah akan menunggu hasil revisi tersebut. Pemerintah hendak melihat berapa besar nilai kebutuhan Merpati yang sebenarnya. "Jadi kita belum tahu berapa. Harus dilihat dulu hasil kajiannya," jelas Said.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai rencana pembelian 15 unit pesawat Xian MA-60, Said mengatakan hal itu sangat tergantung pada realisasi SLA (Subsidiary Loan Agreement) atau penerusan pinjaman sebesar US$ 220 juta.

"Setelah SLA selesai kan masuk ke DIPA. Baru kemudian masuk ke kas negara untuk membayar ke Bank Exim. Setelah mendapat persetujuan pemerintah, Bank Exim bayar ke China. Baru China kirim. Sekarang baru masuk DIPA. Bisa beberapa hari itu selesainya," ujarnya.

Menurut Said, prosesnya diharapkan tidak akan berlarut-larut, sehingga pemerintah menargetkan 13 unit pesawat Xian MA-60 sudah bisa datang pada September ini. Sebagai catatan, 2 unit Xian MA-60 yang dipesan Merpati sudah didatangkan pada tahun lalu, sehingga yang akan didatangkan tahun ini sebanyak 13 unit.

Said menjelaskan, revisi rencana bisnis yang dilakkan Merpati tidak mempengaruhi jadwal pembelian pesawat Xian MA-60 tersebut. "Pembelian MA-60 kan melalui SLA. Kalau yang kucuran Rp 310 miliar itukan modal kerja," ujarnya.

 

 

(dro/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads