"Dirut Merpati bilang ada revisi business plan, tiga bulan selesainya. Maka itu, Menkeu bilang apa betul Merpati butuh Rp 310 miliar? Kalau belum tahu berapa butuhnya, belum bisa dikucurkan," ujar Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di kantornya, Rabu (8/9/2010).
Menurut Said, pemerintah akan menunggu hasil revisi tersebut. Pemerintah hendak melihat berapa besar nilai kebutuhan Merpati yang sebenarnya. "Jadi kita belum tahu berapa. Harus dilihat dulu hasil kajiannya," jelas Said.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah SLA selesai kan masuk ke DIPA. Baru kemudian masuk ke kas negara untuk membayar ke Bank Exim. Setelah mendapat persetujuan pemerintah, Bank Exim bayar ke China. Baru China kirim. Sekarang baru masuk DIPA. Bisa beberapa hari itu selesainya," ujarnya.
Menurut Said, prosesnya diharapkan tidak akan berlarut-larut, sehingga pemerintah menargetkan 13 unit pesawat Xian MA-60 sudah bisa datang pada September ini. Sebagai catatan, 2 unit Xian MA-60 yang dipesan Merpati sudah didatangkan pada tahun lalu, sehingga yang akan didatangkan tahun ini sebanyak 13 unit.
Said menjelaskan, revisi rencana bisnis yang dilakkan Merpati tidak mempengaruhi jadwal pembelian pesawat Xian MA-60 tersebut. "Pembelian MA-60 kan melalui SLA. Kalau yang kucuran Rp 310 miliar itukan modal kerja," ujarnya.
(dro/dro)










































