"Utang luar beberapa negara di Eropa pada semester II-2010 dan di 2011 melebihi US$ 400 miliar, dan ini sangat rentan terhadap perekonomian," ujar IMF dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Senin (13/9/2010).
IMF mengatakan, negara-negara di Eropa berjuang untuk memperpanjang jatuh tempo utang-utang mereka dengan meluncurkan obligasi negara ke pasar. Ini akan sulit dilakukan, karena banyak negara melakukan hal yang sama dan persaingan akan semakin berat bagi Eropa untuk merestrukturisasi utang-utang jatuh tempo tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi, menurut IMF, negara-negara di dunia juga membutuhkan pembiayaan ekonomi lewat utang dengan cara menerbitkan obligasi atau surat utang ke pasar. Jumlah kebutuhan pembiayaan anggaran seluruh negara di dunia diperkirakan mencapai US$ 4 triliun.
Selain utang, IMF juga menyatakan, masih goyahnya sektor keuangan di kawasan ekonomi maju seperti Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, turut memberi andil dalam perlambatan pemulihan ekonomi dunia di paruh kedua 2010.
IMF memperkirakan pemulihan ekonomi akan melambat, karena adanya kekhawatiran tentang kesehatan perbankan di Eropa, Jepang, dan AS.
"Pertumbuhan ekonomi global cukup kuat melebihi perkiraan pada semester I-2010, tapi diproyeksikan melambat pada paruh kedua 2010 hingga semester I-2011," ucap IMF.
(dnl/dnl)










































