Hal itu disampaikan PM Belgia Yves Leterme saat bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar membuka pameran produk Indonesia (Remarkable Indonesia) dan Festival Kebudayaan Indonesia pada Flanders Expo Accenta 2010, di Gent, Belgia (11/9/2010).
Menurut Leterme, angka sebesar itu setara 0,3% pangsa pasar, masih sangat jauh dari potensi perdagangan Indonesia-Belgia sesungguhnya, dan lebih kecil dari pangsa ekspor Belgia ke AS yang mencapai 0,7 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan bahwa Indonesia sebagai negara tamu dalam Accenta 2010 menjadi prioritas bagi Uni Eropa (UE), karena potensi luas dan letak strategisnya, juga karena perannya dalam penanggulangan dampak perubahan iklim.
"Terkait keberhasilan Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 6% di tengah krisis global saat ini, kami juga mengucapkan selamat," pungkas Leterme.
Minister Counsellor Pensosbud/Diplomasi Publik KBRI Brussel PLE Priatna kepada detikfinance mengatakan bahwa bagi Indonesia kehadiran PM Belgia Yves Leterme bersama Utusan Khusus Raja Belgia Albert II yang turut membuka acara adalah sebuah kehormatan tersendiri.
Sebanyak 40 perusahaan industri kreatif, furnitur, pakaian jadi, kerajinan tangan, perhiasan hingga produk spa dipajang apik, dikemas dalam tema Remarkable Indonesia.
Hadir antara lain KUAI KBRI Brussel Dirjen PEN (Ka BPEN) Hesty Indah, presiden Flanders International Trade Fair Ronald Everaert, Wakil Gubernur Provinsi Flanderen Timur Alex Vercamer, Walikota Gent, para petinggi Universitas Gent, kalangan korp diplomatik, wartawan, dan pengusaha.
Sementara itu Wamendag RI Mahendra Siregar menjelaskan bahwa total perdagangan RI-Belgia mencapai nilai lebih dari US$ 1 miliar, sebuah angka signifikan di tengah komoditas produk yang komplementer.
Total ekspor Indonesia ke Belgia berada di peringkat ke-16 dunia senilai EUR230 juta per Januari-Maret 2010. Posisi ekspor Indonesia dari negara ASEAN ke Belgia menduduki peringkat ke-2 dengan pangsa sebesar 17,8% di bawah Singapura. Sedangkan total impor Indonesia dari Belgia berada di peringkat ke-26 dengan nilai EUR109 juta, yang berarti surplus di pihak Indonesia.
"Banyak pelajaran berharga di tengah hubungan dagang yang meningkat ini bahwa perusahaan nasional dituntut belajar mengenai mutu, kualitas dan standar untuk memenuhi permintaan pasar Eropa," ujar Siregar.
Sebaliknya, lanjut Siregar, pembeli dari Eropa pada gilirannya akan mendapatkan produk berkualitas dengan harga kompetitif. Melalui pameran ini diharapkan jangkauan pengenalan produk Indonesia menjadi semakin luas.
"Belgia adalah hub penting bagi produk ekspor RI memasuki pasar Eropa," demikian Siregar.
Partisipasi Indonesia dalam Flanders Expo Accenta 2010 ini dimeriahkan dengan rangkaian pagelaran kebudayaan Indonesia, tari, musik dan workshop, juga ada seminar Indonesia Business Forum.
(es/es)










































