Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi di Indonesia, saat ini dipicu oleh tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan di tanah air.
Lonjakan volume kendaraaan tersebut, salah satunya disebabkan oleh carut marutnya pelayanan transportasi umum di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulus juga menilai BBM bersubsidi sebenarnya hanya layak dikonsumsi oleh transportasi umum, sehingga seluruh kendaraan pribadi termasuk motor seharusnya dilarang untuk menggunakan solar dan premium.
"Nah subsidi BBM itu harusnya dialihkan untuk memperbaiki transportasi umum," tambahnya.
(epi/dnl)










































