"Sekitar 100 ribu pasang selang dan regulator yang sudah kami jual hingga akhir Agustus. Angka ini akan terus meningkat," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, M Harun di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/9/2010).
Harun mengakui, penyerapan regulator dan selang yang dijual dengan harga pabrikan memang masih sangat rendah. Padahal perusahaan migas pelat merah itu sudah menyiapkan jutaan pasang selang dan regulator sebagai pengganti aksesoris yang lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Pertamina mulai melakukan penjualan selang dan regulator baru untuk elpiji 3 Kg pada Rabu 7 Juli 2010 lalu. Satu buah selang dihargai Rp 15.000 sementara regulator dijual di harga Rp 20.000.
Â
Hingga akhir Juli, selang dan regulator ber-SNI sudah tersedia di 363 agen yang tersebar di 13 kota/kabupaten yang tersebar di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Â
Akhir-akhir kasus kecelakaan yang diduga disebabkan bocornya elpiji 3 Kg memang marak terjadi. Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN ), hingga juni 2010, tercatat telah ada 33 kasus kecelakaan yang telah menewaskan delapan orang, dan mengakibatkan 44 orang luka-luka.
Padahal tahun sebelumnya, jumlah kasus kecelakaan gas berjumlah 30 dalam setahun, dengan jumlah korban tewas 12 orang, dan luka-luka 48 orang.
Tahun 2008, jumlah kasus kecelakaan tercatat sebanyak 27, dengan korban tewas dua orang dan luka-luka 35 orang. Tahun 2007, saat program konversi mulai dilakukan, terjadi lima kasus kecelakaan, dengan empat korban luka.
Sementara itu, hasil penelitian Badan Standardisasi Nasional (BSN) tahun 2008 di lima provinsi, diperoleh kesimpulan komponen paket elpiji 3 KG banyak yang tidak memenuhi syarat mutu SNI.
Untuk selang 100% tidak memenuhi ketentuan SNI, katup tabung 66%, kompor gas 50%, regulator 20%, dan tabung 7%. Sampel ini diambil sebanyak 9 buah di setiap provinsi.
(epi/qom)











































