Pemerintah Tunjuk Ernst & Young Jadi Auditor Inalum

Pemerintah Tunjuk Ernst & Young Jadi Auditor Inalum

- detikFinance
Kamis, 23 Sep 2010 10:30 WIB
Jakarta - Ernst & Young ditunjuk oleh pemerintah menjadi auditor dari laporan keuangan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan upaya negosiasi dengan Jepang terkait akan berakhirnya kerjasama Inalum Indonesia-Jepang pada 2013.

"Posisi sekarang kita lakukan evaluasi laporan keuangannya Inalum secara resmi berikan. Kami lalu meminta Ernst & Young untuk melakukan evaluasi terhadap laporan (keuangan) itu supaya kita dapat second opini," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Rabu malam (22/9/2010).

Dikatakan Hidayat, hasil audit Ernst & Young akan menjadi salah satu modal Indonesia untuk melakukan negosiasi dengan Jepang yang akan dimulai akhir Oktober 2010 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu akan menjadi modal kita untuk menentukan posisi kita menghadapi pihak Jepang," katanya.

Hidayat mengakui kebutuhan alumunium di Indonesia hanya baru dipasok 22% oleh Inalum sehingga ke depannya harus ditingkatkan. Sementara alokasi untuk Jepang relatif lebih besar.

Selain itu Hidayat menegaskan hasil negosiasi dengan Jepang pada ujungnya untuk mengedepankan kepentingan nasional.

Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads