Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain meningkatkan produksi beras nasional, pemberian bibit lebih cepat, dan insentif. Bahkan jika akhir tahun 2010 stok beras nasional sudah di bawah 1,5 juta ton maka opsi impor bisa dilakukan.
Β
"Policy-nya sudah dipegang bahwa stok pemerintah tidak boleh lebih rendah dari 1,5 juta diakhir tahun, hitungannya yang punya Bulog. Langsung opsi impor jika memang diperlukan," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2010)
Dikatakan Bayu, selama ini Indonesia pernah melakukan ekspor beras dan melakukan impor beberapa beras yang belum bisa penuhi oleh Indonesia. Sehingga kata Bayu, pemerintah tak mau menutup diri terhadap semua opsi, termasuk impor beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu juga mengatakan saat ini Indonesia mempunyai outstanding beras dengan Vietnam dan negara Thailand mencapai 1 juta ton bagian dari kerjasama antar negara.Β Sehingga jika Indonesia membutuhkan maka beras itu bisa dicairkan (impor).
"Intinya kalau kita membutuhkan bisa mendayagunakan resources internasional mungkin sampai 1 juta. Bukan berarti itu sudah kontrak atau langsung impor. Semua polisi kita akan pakai, kita tidak mau membelegu diri," jelas Bayu.
(hen/dnl)











































