Hal ini telah disepakati dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM yang berlangsung di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2010) malam.
Menurut Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, perubahan volume BBM subsidi dari 36,77 juta kiloliter menjadi 38,59 juta KL telah membuat alpha yang diberikan pemerintah kepada Pertamina dalam melaksanakan tugas pendistribusian BBM bersubsidi turun dari Rp 597 per liter menjadi Rp 595,46 perliter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal membuat angka subsidi BBM dan elpiji tahun depan mencapai Rp 97,26 triliun atau naik Rp 4 triliun dari usulan dalam nota keuangan 2011 sebesar Rp 92,7 triliun," Kata Darwin.
Ia menjelaskan, alpha yang diperoleh Pertamina dari dalam kegiatan penyaluran premium plus bio premium sebesar Rp 607,97 per liter. Dengan kuota sebesar 23,19 juta KL maka nilai subsidinya mencapai Rp 41,189 triliun.
Untuk minyak tanah, Pertamina akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 8,557 triliun dari kuota 2,315 juta KL yang disalurkan perusahaan migas pelat merah itu, sementara besaran alpha yang didapat Pertamina Rp 402,35 per liter. Sedangkan untuk alpha solar Rp 607,45 per liter, dengan kuoata 13,084 jura KL maka nilai subsidinya Rp 29,567 triliun.
"Jadi total subsidi untuk premium, solar dan kerosin mencapai RP 79,69 triliun. Jika ditambah dengan elpiji Rp 17,69 triliun maka total nilai subsidinya Rp 97,26 triliun," tegasnya.
(epi/qom)
