Saat mengunjungi para wartawan yang meliput Munas di JCC, Jakarta, Sabtu (25/9/2010), Anindya mengakui agenda Munas Kadin molor selama 2 jam.
Molornya acara Pemilihan Ketua Umum Kadin yag seharusnya dijadwalkan sudah dimulai pada pukul 15.00 WIB, rupanya membuat kekhawatiran tersendiri di hati Ketua Panitia Munas tersebut. Karena, jika pemilihan tersebut tidak selesai pada malam ini maka panitia harus menambah anggaran untuk pelaksanaan Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Anindya masih bersyukur karena jumlah kandidat Ketum Kadin banyak yaitu 5 orang, sehingga dapat mengurangi beban anggaran yang ditanggung panitia.
"Ya untungnya banyak calonnya. Jadi makin berkuranglah (anggaran)," candanya.
Anindya mengatakan mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin akan berbentuk penulisan.
"Jadi nanti itu ditulis. Berdasarkan tata tertib. Selain itu juga tidak boleh bawa kamera dan HP," ujarnya.
Anindya menjelaskan penulisan nama tersebut tergantung dengan nama yang disepakati masing-masing kandidat. Jika penulisannya salah atau ditambah dengan kata lain, lanjutnya, maka panitia akan membatalkan suara tersebut.
"Kalau ada kata oke, yes, batal," tegasnya.
Namun, Anindya tidak menjamin apakah pemilihan tersebut akan berlangsung 1 putaran saja. "Wah, nggak tahu bisa 1 putaran atau nggak," ujarnya.
Dia mengaku tidak dapat memberikan suaranya dalam pemilihan Ketum Kadin periode 2010-2015. Pasalnya, dia saat ini sedang dalam posisi panitia.
"Saya nggak boleh milih, kan saya OC," ujarnya.
Pemilihan Ketum Kadin tahun ini memperebutkan 129 suara, yaitu 99 dari Kadin Daerah dan 30 suara dari asosiasi.
Berdasarkan agenda, pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia dilakukan pukul 15.00-18.00 WIB sehingga pada pukul 22.00 WIB, acara Munas Kadin sudah bisa ditutup. Namun, sampai saat ini, para anggota Munas baru melakukan agenda pukul 10.00 WIB yaitu sidang Komisi untuk menentukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi, mekanisme pemilihan mendatang serta pokok-pokok pikiran Kadin Indonesia ke depan.
Seperti diketahui, lima kandidat calon Ketum Kadin siap bertarung untuk dipilih, yakni Suryo Bambang Sulisto, Sandiaga Uno, Adi Putra Tahir, Wisnu Wardhana, dan Chris Kanter. (nia/dnl)











































