"Jangan takut defisit 2,1 persen. Kalau kita lihat indonesia defisitnya relatif rendah. Yang penting pemerintah bisa jamin kesejahteraan rakyat," kata Ical, sapaan Aburizal.
Hal itu dikatakan Ical dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/9/2010). Ical didampingi jajaran DPP Partai Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ical mendorong Fraksi Partai Golkar di DPR untuk mendorong kenaikan anggaran Densus 88 Anti-teror dari Rp 9 miliar per tahun menjadi Rp 60 per tahun. Ical juga meminta partainya menaikan anggaran di bidang pertahanan.
"Kalau masalah kedaulatan negara, kita tak boleh berhenti dan ragu. Saya juga minta Fraksi Golkar agar perjuangkan alat pertahanan kita diberi tambahan anggaran, agar ditambah sesuai dengan permintaan mereka," ujar Ical yang mengenakan kemeja kuning lengan pendek.
Selain itu, lanjut Ical, penambahan anggaran juga diperlukan untuk rencana pembangunan infrastruktur yang tidak dapat dibiayai swasta. Misalnya, Tol Medan-Binjai dan juga jalur kereta yang perkebunan sawit di Riau.
"Kita harap ini perhatian pemerintah di APBN 2011," kata dia.
Ical melanjutkan, kenaikan anggaran juga diperlukan dalam pos kesejahteraan rakyat, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Dana PNPM Mandiri yang dianggarkan Rp 1,9 miliar per kecamatan hendaknya bisa dinaikan menjadi Rp 2,3 sampai 2,4 miliar per kecamatan.
"Kita berharap pembangunan infrastruktur desa itu berjalan dengan baik. Kita sedang berusaha meyakinkan partai lain untuk meyakinkan pemerintah agar mau menaikkan anggaran dan defisit," ujarnya.
(lrn/dnl)










































