"Desember di Jakarta (Marunda) kita mulai operasi, pabrik minyak goreng dengan produksi 800 ton per hari. Selain itu ada 1.000 ton per hari di Kalimantan (Tarjun KalsevKlodl) di kwartal pertama (2011)," kata Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistiyanto di kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (30/9/2010).
Gandi menambahkan ia belum mau menyebutkan berapa investasi yang sudah dikeluarkan perseroan. Namun kata dari dua investasi pabrik minyak goreng itu akan menyerap tenaga kerja 800 orang di pabrik Marunda dan 1.500 orang di pabrik Tarjun Kalsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penambahan dua pabrik minyak goreng, Sinarmas juga akan tetap berkomitmen penambahan investasi di sektor hilir seperti produk kertas, olechemical, dan lain-lain.
"Biodiesel masih kita kaji karena menyangkut insentif perpajakan. Selama CPO tinggi sulit untuk merealisasikannya," pungkasnya.
(hen/dnl)











































