“Rata-rata produksi minyak kami per 30 September 2010 sebesar 130.400 bph,” ungkap Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian saat dihubungi, Jumat (8/10/2010).
Menurut Salis, realisasi produksi tersebut dapat dicapai karena beberapa lapangan yang produksi perseroan mengalami peningkatan yang signifikan. "Misalnya di Bunyu kita dapat sumur bagus,” ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Masih belum mencapai target karena ada beberapa lapangan yang sedang turn around (TA) seperti di Subang serta ada beberapa masalah di TAC Kodeco dan TAC Salamander,” jelasnya.
Salis menyatakan dari target belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6 triliun, baru terserap sekitar 50%. “Realisasinya baru sekitar 50% karena biasanya proses pemboran lebih aktif pada akhir tahun,” jelasnya.
(epi/ang)










































