Salah satu juru bicara warga yaitu Siam mengatakan, DPRD dan Pemda baru mengalokasikan dana perbaikan jalan tersebut pada 2011. Itupun nilainya hanya Rp 2 miliar.
"Padahal jalan ini sudah rusak sejak 10 tahun lalu. Dana Rp 2 miliar itu cuma cukup untuk memperbaiki sepanjang 500 meter. Kami minta Komisi VII DPR menambah dana agar seluruh jalan bisa diperbaiki," tutur Fian saat bertemu dengan Anggota Komisi VII dan PLN di PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Senin (11/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara warga lainnya yaitu M. Zainal mengatakan, kondisi jalan tersebut sangat parah jika terjadi hujan, banyak warga yang jatuh saat menaikki motor karena sangat lengket."Selain itu PLN di sini juga tak mendukung warga untuk bekerja. Mereka tak merekrut warga sini, padahal banyak juga sarjana di sini. Warga sini paling top cuma jadi satpam," ungkapnya.
Dikatakan Zainal, PLN menyatakan perbaikan jalan merupakan tugas Pemda. "Kalau begitu kenapa PLN lewat jalan itu?" tukas Zainal.
Kepala Desa sekitar jalan Romli, mengatakan akan menutup jalan bagi PLN. "Saya tak peduli meski akan dipenjara. Saya akan polisikan kalai PLN pakai jalan ini," tegasnya.
Manajer Engineering Pembangkit Jawa-Bali Thommi Haposan mengatakan, PLN cuma bisa bantu seadanya untuk perbaikan jalan tersebut.
"Ini bukan perusahaan swasta, ada birokrasinya. Bukannya kami tidak peduli. Pasti akan dibantu mudah-mudahan dengan adanya protes ini, bisa dimasukkan ke anggaran kami. Kami baru bisa bantu seadanya," cetusnya. (dnl/qom)











































