Beban Listrik Jakarta Tambah 116 MW Dalam Sehari

Beban Listrik Jakarta Tambah 116 MW Dalam Sehari

- detikFinance
Rabu, 13 Okt 2010 17:44 WIB
Jakarta - Beban listrik di wilayah Jakarta dan Tangerang akan bertambah 116 Megawatt (MW) pada 27 Oktober 2010. Ini karena 'Gerakan Sehari Sejuta Sambungan' yang diluncurkan PLN Pusat, PLN disjaya mendapat jatah menyambungkan listrik kepada 92 ribu pelanggan listrik baru.

Berdasarkan perhitungan Manager bidang Niaga PT PLN (Persero) wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang, Dwi Kusnanto, jika rata-rata pelanggan baru tersebut menggunakan daya 1.000-1.200 watt, maka diperkirakan akan ada tambahan beban listrik sebesar 116 ribu kilowatt atau setara dengan 116 MW.

"Kami berharap listrik 92 ribu pelanggan baru itu bisa menyala semua tepat pada 27 Oktober 2010. Sehingga kalau program ini sukses maka, kita akan ada tambahan beban 116 MW dalam sehari," ujar Dwi dalam jumpa pers di Kantor PLN Disjaya dan Tangerang, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (13/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi menyatakan dari 92 ribu pelanggan baru tersebut, 90 persennya adalah pelanggan rumah tangga, sementara sisanya yaitu pelanggan bisnis, industri, dan sosial.

"Sampai kemarin, dari target 92 ribu tersebut kami sudah dapatkan sekitar 13.931 calon pelanggan yang akan disambung atau sekitar 15% dari target tersebut. Jadi kami masih cari sisanya," jelasnya

Sementara untuk biaya penyambungan akan mengacu dalam Permen Menteri ESDM No.7 Tahun 2010 yang diteken oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh tertanggal 30 Juni 2010.

Biaya penyambungan 450 Va sampai dengan 2.200 VA mencapai Rp 750/VA dan daya antara 2.200 VA hingga 200 kVA adalah Rp 775/VA. Sedangkan tarif untuk penyambungan dengan daya di atas 200 kVA sebesar Rp 505/VA.

"Biaya itu belum termasuk biaya pemasangan instalasi listrik seperti lampu-lampu, kabel, kepada kontraktor listrik yang menyambung, dan biaya pemberian sertifikat layak operasi (SLO) oleh konsuil," tambahnya.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads