Lebih dari 300 Toko di Taiwan Jual Indomie

Lebih dari 300 Toko di Taiwan Jual Indomie

- detikFinance
Selasa, 19 Okt 2010 14:44 WIB
Jakarta - Pemerintah mencatat ada sekitar 300 toko di Taiwan yang menjual produk Indomie sampai saat ini. Permintaan terhadap Indomie di negara tersebut tumbuh pesat apalagi banyak pekerja dari Indonesia yang menetap di sana.

Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Dedi Soleh di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

"Sebanyak 300 toko yang jual Indomie. Di sana ada tenaga kerja kita sebanyak 150 ribu orang," ungkapnya dalam Diskusi Publik bertajuk 'Indonesia di Bawah Ancaman Perang Dagang Dunia'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan permintaan akan produk mi instan yang diproduksi Indofood ini, memungkinkan siapapun untuk memperdagangkan produk tersebut secara ilegal. Menurut perhitungan Kemendag, perbandingan produk Indomie legal dan ilegal di Taiwan adalah 1:8.

Pemerintah pun mengimbau kepada otoritas Taiwan untuk bertindak secara proporsional. Jangan seluruh produk mi instan asal Indonesia ditarik dari pasar. Ini merugikan bagi agen yang mendistribusikan secara resmi.

"Kita minta otoritas Taiwan bertindak proporsional. Kementerian Perdagangan bukan membela Indomie, tapi Indonesia, khususnya kepercayaan produk Indonesia. Selama ini pers di Taiwan, pemberitaan berkembang negatif. Kita harus sampaikan produk ini aman, karena mengandung kadar Nipagin yang sesuai standar WTO. Walaupun standar beda tapi tetap aman," jelasnya.

Seperti diketahui, media-media di Taiwan pada pekan lalu ramai mengabarkan penarikan Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung Methyl P-Hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan. Tidak hanya di Taiwan, dua jaringan supermarket terbesar di Hong Kong juga menyetop penjualan produk Indofood itu. Pemerintah Hong Kong pun akan melakukan tes uji produk Indomie.

Namun, berdasarkan rilis resmi Indofood CBP Sukses Makmur, selaku produsen Indomie menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan. BPOM juga telah menyatakan Indomie tidak berbahaya.

Direktur Indofood Franciscus Welirang bahkan menegaskan, isu negatif yang menimpa Indomie menunjukkan produk tersebut dipandang baik oleh masyarakat internasional, sehingga sangat potensial untuk ekspor. Menurutnya, dari kasus ini terlihat bahwa secara tidak langsung konsumen di Taiwan lebih memilih Indomie ketimbang produk mi instan lain.

"Ini bagus sekali. Berarti kan (Indomie) laku sekali di Taiwan, hingga banyak importir yang distribusi," ungkap Fransiskus kepada detikFinance pekan lalu.
(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads