Demikian disampaikan DirjenΒ Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Dedi Soleh di gedung DPR RI Jalan Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (19/10/2010).
"Dari 1 produk yang diperdagangkan secara resmi oleh agen yang ditunjuk Indofood, diiringi 8 produk lagi yang tidak resmi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita minta otoritas Taiwan bertindak proporsional. Kementerian Perdagangan bukan membela Indomie, tapi Indonesia, khususnya kepercayaan produk Indonesia. Selama ini pers di Taiwan, pemberitaan berkembang negatif. Kita harus sampaikan produk ini aman, karena mengandung kadar Nipagin yang sesuai standar WTO. Walaupun standar beda tapi tetap aman," jelasnya.
Seperti diketahui, media-media di Taiwan pada pekan lalu ramai mengabarkan penarikan Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung Methyl P-Hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan. Tidak hanya di Taiwan, dua jaringan supermarket terbesar di Hong Kong juga menyetop penjualan produk Indofood itu. Pemerintah Hong Kong pun akan melakukan tes uji produk Indomie.
Namun, berdasarkan rilis resmi Indofood CBP Sukses Makmur, selaku produsen Indomie menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan. BPOM juga telah menyatakan Indomie tidak berbahaya.
Direktur Indofood Franciscus Welirang bahkan menegaskan, isu negatif yang menimpa Indomie menunjukkan produk tersebut dipandang baik oleh masyarakat internasional, sehingga sangat potensial untuk ekspor. Menurutnya, dari kasus ini terlihat bahwa secara tidak langsung konsumen di Taiwan lebih memilih Indomie ketimbang produk mi instan lain.
"Ini bagus sekali. Berarti kan (Indomie) laku sekali di Taiwan, hingga banyak importir yang distribusi," ungkap Fransiskus kepada detikFinance pekan lalu.
(wep/ang)











































