Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (versi Prabowo) Rachmat Pambudy disela-sela acara pelantikan BPO HKTI di G. Manggala Wanabhakti, Jakarta, Kamis (21/10/2010).
"Apakah mereka tak tersinggung? Ini sama saja menyerukan mengencangkan ikat pinggang bagi orang miskin," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ingat, ada kelompok masyarakat yang memang tak makan nasi dan tak kuat membeli beras," katanya.
Ia menyarankan sebaiknya pemerintah harus berhati-hati dengan kampanye semacam ini. Mengingat dasar dan alasan dari kampanye ini masih bisa diperdebatkan termasuk targetnya yang tak jelas.
"Kita tidak tahu diposisikan kemana, ditujukan kepada siapa One Day No Rice ini," katanya.
Sebelumnya Wakil Mentan Bayu Krisnamurthi mengatakan jika kampanye one day no rice bisa berlangsung satu hari setiap bulan saja, maka akan ada penghematan konsumsi beras nasional hingga 1,1 juta ton. Selama ini konsumsi beras per kapita per tahun masyarakat Indonesia mencapai 139 Kg atau yang tertinggi di dunia. Menurut Bayu, kampanye ini memang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas.
(hen/qom)











































